Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME | 8 Dimensi Profil Lulusan dalam Pembelajaran Mendalam

8 Dimensi Profil Lulusan dalam Pembelajaran Mendalam yang pertama adalah:



Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME

Peserta didik diarahkan untuk memiliki dasar spiritual yang kokoh dengan mengamalkan ajaran agama secara konsisten. Hal ini tidak hanya tercermin dalam kegiatan ibadah, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari yang menekankan kejujuran, rasa syukur, serta sikap saling menghormati.

Dimensi ini menekankan bahwa peserta didik perlu memiliki dasar keimanan yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keyakinan tersebut tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus tercermin dalam praktik sehari-hari melalui sikap, ucapan, dan perbuatan. Pada jenjang sekolah dasar, pembiasaan menjadi kunci, karena anak berada pada fase meniru, belajar lewat pengalaman konkret, dan membangun fondasi karakter.

Anak usia SD (6–12 tahun) masih berada dalam tahap perkembangan moral awal, sehingga mereka lebih mudah diarahkan melalui contoh dan kebiasaan yang berulang. Oleh karena itu, penanaman iman dan takwa sebaiknya dilakukan dengan cara-cara sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan dunia anak.

Nilai beriman dan bertakwa dapat diintegrasikan dalam berbagai kegiatan di sekolah, antara lain:

  • Kegiatan Rutin: Berdoa bersama sebelum dan sesudah pelajaran, pembiasaan ibadah (misalnya shalat berjamaah bagi siswa muslim atau kegiatan rohani sesuai agama lain), serta mengucapkan syukur atas nikmat yang diterima.
  • Pembelajaran Terintegrasi: Guru menghubungkan materi pelajaran dengan nilai spiritual, misalnya mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas ciptaan-Nya.
  • Pembiasaan Karakter: Melatih siswa untuk jujur dalam mengerjakan tugas, terbiasa berterima kasih, dan menghargai perbedaan agama serta keyakinan.
  • Kegiatan Ekstrakurikuler: Pesantren kilat, lomba keagamaan, atau perayaan hari besar agama yang melibatkan seluruh siswa.
  • Teladan dari Guru: Guru menunjukkan sikap disiplin, santun, dan konsisten dalam menjalankan ibadah, sehingga murid dapat mencontoh langsung perilaku positif.

Dengan menanamkan dimensi ini sejak dini, siswa diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang menjadikan iman sebagai landasan hidup, terbiasa bersikap jujur, berakhlak baik, penuh rasa syukur, serta menghormati perbedaan. Nilai ini menjadi bekal penting untuk melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya dengan karakter spiritual yang lebih matang.


Post a Comment

0 Comments