Berbicara adalah bentuk tindak tutur yang berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap disertai dengan gerak-gerik tubuh dan ekspesi raut muka. Berbagai definisi telah dikemukakan untuk memberikan makna tentang berbicara. Sesuai fungsinya, berbicara adalah media yang digunakan manusia untuk berkomunikasi (Setyonegoro, 2013).
Bicara adalah bentuk bahasa yang menggunakan artikulasi atau kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan maksud (Hurlock, 1978). Melalui berbicara maka akan terjadi komunikasi antara anak yang satu dengan anak lainnya. Berbicara pada anak perlu dikembangkan dan dilatih secara terus menerus agar perkembangan anak terutama dalam hal berbicara untuk komunikasi dapat berkembang dengan optimal. Dari segi komunikasi, menyimak dan berbicara disekolah sering kurang dianggap perlu dan kurang ditangani serius, sebab siswa dianggap sudah bisa berbicara dan dapat dipelajari secara informal diluar sekolah karena sudah dapat berbicara itulah guru menganggap tidak perlu memberikan penekanan kegiatan berbicara pada anak karena biasanya guru lebih menekankan kepada membaca dan menulis.
Berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produktif, Keterampilan ini sebagai inplementasi dari hasil simakkan. Peristiwa ini berkembang pesat pada kehidupan anak-anak. Pada masa kanak-kanak, kemampuan berbicara berkembang begitu cepat. Berbicara adalah salah satu kemampuan berkomunikasi dengan orang lain melalui media bahasa (Anggraini dkk, 2013). Speaking is the uniquely human act or process of sharing and exchanging information, ideas, and emotions using oral language (Fisher&Frey, 2007:16). The goal of speaking is to achieve an interactive communication between the speaker and the listener. Teaching speaking is the activity where the teachers lead their students to improve their ability in expressing emot ions, ideas or feelings orally. Maksudnya yaitu berbicara adalah tindakan atau proses manusia yang unik untuk berbagi dan bertukar informasi, ide, dan emosi menggunakan bahasa lisan (Fisher & Frey, 2007: 16).
Tujuan dari berbicara adalah untuk mencapai komunikasi interaktif antara pembicara dan pendengar. Contohnya seperti Khotbah Jumat menurut (Saddhono,2011) Khotbah Jumat merupakan salah satu sarana yang digunakan umat Islam yang bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk berbuat baik dan mencegah perbuatan buruk (sarana dakwah). Seorang yang menyampaikan dakwah disebut khotib. Agar dapat menarik simpati dari jemaah atau orang yang menyimak khotbah, diperlukan sebuah keterampilan berbicara yang baik. Istilah untuk menarik massa malalui keterampilan berbicara dimaknai sebagai retorika, di dalam khotbah Jumat banyak terdapat aspek bahasa yang dipengaruhi oleh unsur kebudayaan setempat. Pentingnya keterampilan berbicara juga diperlukan di dalam dunia pendidikan dibuktikan dalam (Darmuki dkk. 2015) yang menyatakan bahwa dunia pendidikan mengharuskan peserta didik untuk terus menggali kemampuannya berlatih berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, berbicara sangat penting memberikan kontribusi besar kepada peserta didik untuk melakukan keterampilan komunikasi mereka lebih baik. Bahasa bagi suatu bangsa adalah jati diri yang patut dibanggakan dan dijunjung tinggi. Sebagai manusia yang perlu berkomunikasi dengan manusia lain, kita memerlukan bahasa untuk memahami maksud dari orang lain.
Dalam menggunakan bahasa keterampilan berbicara pun juga diperlukan karena jika kita mahir berbicara maka akan memudahkan kita dalam menggunakan bahasa seperti pendapat dari (Rondiyah dkk. 2017) bahwa Bahasa adalah alat komunikasi yang mampu memanjukan bangsa dengan melalui budaya yang dimiliki. Bahasa asing tertarik dengan budaya sehingga budaya perlu dikenalkan dan dilestarikan untuk dijadikan media komunikasi antarbangsa.
Unsur-Unsur dalam Berbicara
Kemampuan berbicara merupakan kemampuan awal yang harus dimiliki anak untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Untuk itu, kemampuan berbicara merupakan kemampuan pada tahap awal untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan benar. Definisi berbicara juga dikemukakan oleh Brown dan Yule dalam Puji Santosa, dkk (2006:34). Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyibunyi bahasa untuk mengekspresikan atau menyampaikan pikiran, gagasan atau perasaan secara lisan. Pengertian ini pada intinya mempunyai makna yang sama dengan pengertian yang disampaikan oleh Tarigan yaitu berbicara berkaitan dengan pengucapan kata-kata.(Tarigan, 2008)
Dalam berbicara, terdapat lima unsur yang terlibat menurut Yudha dan Rudhyanto (2005: 7), yaitu: Pembicara, dalam keterampilan berbicara siapa orang yang berbicara sangat penting karena orang yang mendengarkan pembicaaraanpun akan senang atau antusias jika orang yang sedang berbicara adalah orang yang dikagumi atau disukai. Isi pembicaraan yaitu sebuah pembicaran akan semakin menarik perhatian pendengar jika isi atau pesan yang disampaikan dalam pembicaraan tersebut juga berbobot atau memiliki pesan yang baik
Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Mendongeng
Saat kita mendongeng, kita belajar untuk bisa menyampaikan isi cerita dengan baik dan benar sehingga dalam mendongeng kita tidak boleh asal-asalan menyampaikan cerita. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendongeng yaitu Menurut Al Qudsy dan Nurhidayah (2010) terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendongeng diantaranya, yaitu : Cerita harus sesuai dengan tahapan perkem-bangan anak, mengandung unsur nilai pendidikan dan hiburan, usahakan selalu tercipta suasana gembira saat mendongeng, Bahasa harus sederhana, sesuai tingkat pengetahuan anak, Pendongeng menghayati isi cerita yang dibawakan dan meresapi seluruh bagian dari cerita yang didongengkan, Selalu mengamati perkembangan reaksi emosi pada diri anak tetap mempertahankan kesan menyenangkan, Kata-kata yang diucapkan harus jelas seperti yang dilakukan, Melibatkan anak secara aktif dalam cerita yang didongengkan, Pendongeng berusaha menjaga kerahasiaan jalan cerita agar anak tetap sesuai dengan setiap adegan, durasi disesuaikan dengan situasi yang disesuaikan dengan kemampuan anak dalam mendengarkan dongeng (Al-Qudsy & Nurhidayah, 2010).

0 Comments