Ringkasan Model Pembelajaran PBL

Model Pembelajaran PBL

 


      A.    Pengertian Model Pembelajaran PBL

Problem based learning  merupakan metode intruksional yang melatih siswa belajar dari masalah. Artinya siswa dituntut untuk memahami masalah yang sedang dipelajari kemudian mencari solusi dari masalah tersebut. Dalam prosesnya siswa dilatih untuk menganalisis dan bekerjasama. Siswa harus mengidentifikasi masalah dan membuat hipotesis kemudian mencari jawabannya. Siswa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, membuat laporan, dan mempresentasikannya. Jika ada masukan maka akan diperbaiki dan terkahir adalah membuat kesimpulan apakan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya diterima atau ditolak. (Shofiyah dan Wulandari, 2018).
Sastrawati dkk. (Fauzan, 2017) menyatakan bahwa pembelajaran model problem based learning membuat perubahan peranan guru dalam pembelajaran. Guru lebih aktif dalam membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah. Guru juga harus mampu memfasilitasi kegiatan pembelajaran yang berfokus pada prosestidak hanya pada hasil belajarnya saja.

Dalam model pembelajaran ini, guru lebih berperan sebagai fasilitator. Dengan demikian, peserta didik dituntut lebih aktif dan kritis dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan diskusi ini diharapkan siswa lebih aktif dan menguasai materi yang dipelajari lebih mendalam (Hamdayama, 2014: 210).

Jadi dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL adalah melatih peserta didik belajar dari masalah kemudia mencari solusi dari masalah tersebut, guru berperan sebagai fasilitator dan membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah yaitu dengan kegiatan diskusi diharapkan peserta didik lebih aktif dalam mempelajari materi.

      B.     Karakteristik Model Pembelajaran PBL

Menurut Suci (2008: 68) model pembelajaran problem based learning memiliki karakteristik yang membedakan dengan model pembelajaran lainnya, yaitu: 1) Pembelajaran bersifat student centered 2) Pembelajaran terjadi pada kelompok- kelompok kecil 3) Dosen atau guru berperan sebagai fasilitator dan moderator 4) Masalah menjadi fokus dan merupakan sarana untuk mengembangkan keterampilam problem solving 5) Informasi-informasi baru diperoleh dari belajar mandiri atau self directed learning.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik model pembelajaran problem based learning terdapat tiga unsur yang esensial yang ada pada proses pembelajaran problem based learning yaitu adanya suatu permasalahan, pembelajaran berpusat pada peserta didik atau student centered, dan peserta didik belajar pada kelompok kecil. 

     C.   Tujuan Model Pembelajaran PBL

Tujuan dari pembelajaran PBL adalah menciptakan lulusan yang dapat berkembang dalam kemampuan diri sendiri dan juga dapat mengembangkan keterampilan sosial melalui kolaborasi yang terjadi (Wulansari, Neolaka and Saleh, 2013; Farisi, Hamid and Melvina,2017).

Adapun tujuan PBL menurut Rusman (2010: 238) yaitu penguasaan isi belajar dari disiplin heuristik dan pengembangan keterampilan pemecahan masalah. PBL juga berhubungan dengan belajar tentang kehidupan yang lebih luas (lifewide learning), keterampilan memaknai informasi, kolaborasi dan belajar tim, dan keterampilan berpikir reflektif dan evaluatif.

Jadi tujuan pembelajaran berdasarkan masalah ada tiga, yaitu membantu siswa mengembangkan keterampilan-keterampilan penyelidikan dan pemecahan masalah, memberi kesempatan kepada siswa mempelajari pengalaman-pengalaman dan peranperan orang dewasa, dan memungkinkan siswa meningkatkan sendiri kemampuan berpikir mereka dan menjadi siswa mandiri.

      D.    Langkah – Langkah Model Pembelajaran PBL

Dalam penerapan model pembelajaran problem based learning terdiri dari 5 langkah utama (Hosnan, 2014: 301) sebagai berikut:

1.      Orientasi siswa pada masalah

2.      Mengorganisasikan siswa untuk belajar

3.      Membimbing penyelidikan individual dan kelompok

4.      Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

5.      Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Kegiatan pembelajaran problem based learning diawali dengan aktivitas peserta didik untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang nyata untuk dicarikan solusi atas permasalahan yang diangkat dalam proses pembelajaran dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja peserta didik. Dalam proses penyelesaian masalah tersebut melatih peserta didik dalam keterampilan untuk menyelesaikan masalah, berfikir kritis serta memperoleh pengetahuan yang baru.

          E.     Kelebihan Model Pembelajaran PBL

Model pembelajaran problem based learning memiliki kelebihan sebagai berikut:

1.      Mendorong peserta didik untuk mempunyai kemampuan dalam proses memecahkan masalah tersebut yang dihadapkan dalam situasi yang nyata.

2.      Mendorong peserta didik untuk mempunyai kemampuan dalam menambah pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar yang dilakukan.

3.      Pembelajaran yang ada berfokus pada permasalahan yang ada di dunia nyata sehingga peserta didik terfokus pada suatu masalah yang ada.

4.      Adanya kegiatan ilmiah yang dilakukan peserta didik bekerjasama melalui diskusi kelompok.

5.      Peserta didik menjadi terbiasa dengan menggunakan sumber-sumber pengetahuan yang ada, seperti: perpustakaan, internet, wawancara serta observasi.

6.      Peserta didik akan mempunyai kemampuan untuk menilai kemajuan yang terjadi pada proses belajar pembelajaran yang dilakukan.

7.      Peserta didik akan mempunyai kemampuan untuk melakukan komunikasi secara ilmiah pada kegiatan diskusi atau presentasi hasil pemecahan masalah yang di kerjakan dalam kelompok.

8.      Kesulitan belajar yang ada akan dapat terpecahkan dengan bekerjasama melalui kerja kelompok.

       F.     Kekurangan Model Pembelajaran PBL

Model pembelajaran Problem Based Learning memiliki kelemahan sebagai berikut:

1.      Model pembelajaran ini tidak bisa diterapkan di setiap materi pelajaran.

2.      Apabila mempunyai tingkat kesamaan kemampuan peserta didik yang tinggi pada suatu kelas sehingga proses pembagian tugas yang ada menjadi sulit.

3.      Memerlukan waktu yang lama dalam pembelajaran.

4.      Memerlukan kemampuan guru dalam memotivasi peserta didik sehingga kerjasama dalam kelompok dapat berlangsung secara efektif.

         G.    Skenario Model Pembelajaran PBL

MATERI PEMBELAJARAN

1.      Olahraga dan kesehatan

2.      Prosedur gerakan menekuk tanpa berpindah tempat

3.      Gerakan Pemanasan

METODE PEMBELAJARAN

PENDEKATAN   : Scientific

MODEL                : Problem Based Learning

METODE              : Tanya Jawab, Penugasan, Ceramah

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan

Deskripsi  Kegiatan

Alokasi Waktu

Pendahuluan

Kegiatan Pra Pembelajaran

1.       Guru mengucapkan salam

2.       Membaca doa bersama (guru mengamati siswa menggunakan rubrik)

3.       Guru melakukan presensi siswa

4.       Guru mengkondisikan siswa untuk menyiapkan perlengkapan untuk pembelajaran yang akan dilaksanakan dan duduk dengan tenang sesuai dengan kelompoknya

5.       Guru menyiapkan media pembelajaran dan sumber belajar

15 Menit

6.       Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan
-          Anak-anak, siapa yang gemar berolahraga?
-          Olahraga apa yang sering kalian lakukan?

7.       Guru memberikan motivasi dengan mengajak siswa untuk melakukan gerakan-gerakan kecil yang berhubungan dengan pemanasan menggunakan musik. (gerakan baby shark)

8.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

9.       Guru menyampaikan urutan kegiatan yang akan dilakukan siswa

15 Menit

Inti

A.     Orientasi Peserta Didik pada masalah

1.       Siswa menyimak cerita pada buku siswa tentang olahraga yang dibacakan oleh guru. (mengamati)

2.       Siswa membaca nyaring kosakata yang berkaitan dengan olahraga dan permainan (mencoba)

3.        Siswa bertanya mengenai kosakata yang belum dipahami (menanya)

4.       Siswa mendengarkan cerita berjudul “Beni Lupa Pemanasan” (mengamati)

5.       Guru memeriksa pemahaman siswa terhadap teks dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan:
>Apa yang dilakukan sebelum berolahraga?
> Apakah manfaat pemanasan?
>Apa yang akan terjadi bila tidak melakukan pemanasan?

B.      Mengorganisasikan siswa untuk belajar

6.       Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai pentingnya pemanasan (mengamati)

7.       Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (menanya)

8.       Siswa mengerjakan LKPD secara individu (menalar)

C.      Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok

9.       Guru membimbing siswa untuk mengerjakan lembar kerja

D.      Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya

10.   Siswa maju ke depan untuk menyampaikan hasil kerjanya dengan bimbingan guru (mengkomunikasikan)

E.      Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

11.   Guru memberikan penguatan dan mengoreksi jawaban siswa

12.   Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai gerakan menekuk tanpa berpindah tempat (mengamati)

13.   Guru melakukan tanya jawab dengan siswa prosedur cara melakukan gerakan menekuk badan (menanya)

14.   siswa berdiri mempraktikkan gerakan pemanasan (mencoba)

15.   Siswa melakukan gerakan menekuk badan (mencoba)

130 Menit

Penutup

1.       Siswa bersama guru membuat kesimpulan terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan selama satu pembelajaran

2.       Guru memberikan umpan balik dan penghargaan terhadap proses dan hasil pembelajaran

3.       Siswa mengerjakan evaluasi tertulis

4.       Guru memberikan  tindak lanjut kepada siswa (pembelajaran remidial/pengayaan)

5.       Siswa berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing

20 Menit

 

 

Terima Kasih

Semoga Bermanfaat

 

  

 

Daftar Referensi

 

Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Jumanta Hamdayama. 2014. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan
Berkarakter. Bogor. Ghalia Indonesia.

Maaruf Fauzan. 2017. Penerapan Model Problem Based Learning pada
Pembelajaran Materi Sistem Tata Surya untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia. Volume 5. Nomor 1

Ni, Made Suci.2008. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntansi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi UNDIKSHA.Jurnal. JPPP Lembaga Penelitian Undiksha. Vol.2 No.1 April 2008

Noly Shofiyah dan Fitria Eka Wulandari. 2018. Model Problem Based Learning
(PBL) dalam Melatih Scientific Reasoning Siswa. Jurnal Penelitian
Pendidikan IPA. Volume 3. Nomor 1.

Rusman. (2010). Model-Model Pembelajaran. Bandung: Rajawali Pers.

Wulansari, F. P., Neolaka, A. and Saleh, R. (2013) ‘Persepsi Siswa Tentang Pembelajaran Berbasis Produksi dalam Kelompok Pelajaran Produktif’, Jurnal PenSil, II(1), pp. 26–40.

Post a Comment

0 Comments