Model Pembelajaran PBL
A.
Pengertian Model
Pembelajaran PBL
Dalam model pembelajaran ini, guru lebih berperan sebagai fasilitator. Dengan demikian, peserta didik dituntut lebih aktif
dan kritis dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan
diskusi ini diharapkan siswa lebih aktif dan
menguasai materi yang dipelajari lebih mendalam (Hamdayama, 2014: 210).
Jadi dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL adalah melatih peserta didik belajar dari masalah kemudia mencari solusi dari masalah tersebut, guru berperan sebagai fasilitator dan membimbing siswa untuk menyelesaikan masalah yaitu dengan kegiatan diskusi diharapkan peserta didik lebih aktif dalam mempelajari materi.
B.
Karakteristik Model Pembelajaran PBL
Menurut
Suci (2008: 68) model pembelajaran problem based learning memiliki karakteristik
yang membedakan dengan model pembelajaran lainnya, yaitu: 1) Pembelajaran
bersifat student centered 2) Pembelajaran terjadi pada kelompok- kelompok kecil
3) Dosen atau guru berperan sebagai fasilitator dan moderator 4) Masalah
menjadi fokus dan merupakan sarana untuk mengembangkan keterampilam problem
solving 5) Informasi-informasi baru diperoleh dari belajar mandiri atau self
directed learning.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik model pembelajaran problem based learning terdapat tiga unsur yang esensial yang ada pada proses pembelajaran problem based learning yaitu adanya suatu permasalahan, pembelajaran berpusat pada peserta didik atau student centered, dan peserta didik belajar pada kelompok kecil.
C.
Tujuan Model Pembelajaran PBL
Tujuan dari pembelajaran PBL adalah menciptakan lulusan yang dapat
berkembang dalam kemampuan diri sendiri dan
juga dapat mengembangkan keterampilan sosial melalui kolaborasi yang terjadi (Wulansari, Neolaka and Saleh,
2013; Farisi, Hamid and Melvina,2017).
Adapun
tujuan PBL menurut Rusman (2010: 238) yaitu penguasaan isi belajar dari
disiplin heuristik dan pengembangan keterampilan pemecahan masalah. PBL juga
berhubungan dengan belajar tentang kehidupan yang lebih luas (lifewide
learning), keterampilan memaknai informasi, kolaborasi dan belajar tim, dan
keterampilan berpikir reflektif dan evaluatif.
Jadi tujuan pembelajaran berdasarkan masalah ada tiga, yaitu membantu siswa mengembangkan keterampilan-keterampilan penyelidikan dan pemecahan masalah, memberi kesempatan kepada siswa mempelajari pengalaman-pengalaman dan peranperan orang dewasa, dan memungkinkan siswa meningkatkan sendiri kemampuan berpikir mereka dan menjadi siswa mandiri.
D.
Langkah – Langkah Model Pembelajaran PBL
Dalam
penerapan model pembelajaran problem based learning terdiri dari 5 langkah
utama (Hosnan, 2014: 301) sebagai berikut:
1.
Orientasi siswa pada masalah
2.
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
3.
Membimbing penyelidikan individual dan kelompok
4.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
5.
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Kegiatan
pembelajaran problem based learning diawali dengan aktivitas peserta didik
untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang nyata untuk dicarikan solusi atas
permasalahan yang diangkat dalam proses pembelajaran dan diakhiri dengan
penyajian dan analisis hasil kerja peserta didik. Dalam proses penyelesaian
masalah tersebut melatih peserta didik dalam keterampilan untuk menyelesaikan
masalah, berfikir kritis serta memperoleh pengetahuan yang baru.
E.
Kelebihan Model Pembelajaran PBL
Model
pembelajaran problem based learning memiliki kelebihan sebagai berikut:
1.
Mendorong peserta didik untuk mempunyai kemampuan dalam proses
memecahkan masalah tersebut yang dihadapkan dalam situasi yang nyata.
2.
Mendorong peserta didik untuk mempunyai kemampuan dalam menambah
pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar yang dilakukan.
3.
Pembelajaran yang ada berfokus pada permasalahan yang ada di dunia nyata
sehingga peserta didik terfokus pada suatu masalah yang ada.
4.
Adanya kegiatan ilmiah yang dilakukan peserta didik bekerjasama melalui
diskusi kelompok.
5.
Peserta didik menjadi terbiasa dengan menggunakan sumber-sumber
pengetahuan yang ada, seperti: perpustakaan, internet, wawancara serta
observasi.
6.
Peserta didik akan mempunyai kemampuan untuk menilai kemajuan yang
terjadi pada proses belajar pembelajaran yang dilakukan.
7.
Peserta didik akan mempunyai kemampuan untuk melakukan komunikasi secara
ilmiah pada kegiatan diskusi atau presentasi hasil pemecahan masalah yang di
kerjakan dalam kelompok.
8. Kesulitan belajar yang ada akan dapat terpecahkan dengan bekerjasama melalui kerja kelompok.
F.
Kekurangan Model Pembelajaran PBL
Model
pembelajaran Problem Based Learning memiliki kelemahan sebagai berikut:
1. Model pembelajaran ini tidak bisa diterapkan
di setiap materi pelajaran.
2. Apabila mempunyai tingkat kesamaan kemampuan
peserta didik yang tinggi pada suatu kelas sehingga proses pembagian tugas yang
ada menjadi sulit.
3. Memerlukan waktu yang lama dalam
pembelajaran.
4. Memerlukan kemampuan guru dalam memotivasi
peserta didik sehingga kerjasama dalam kelompok dapat berlangsung secara
efektif.
G. Skenario Model
Pembelajaran PBL
MATERI PEMBELAJARAN
1. Olahraga dan
kesehatan
2. Prosedur gerakan
menekuk tanpa berpindah tempat
3. Gerakan Pemanasan
METODE PEMBELAJARAN
PENDEKATAN : Scientific
MODEL : Problem
Based Learning
METODE :
Tanya Jawab, Penugasan, Ceramah
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
|
Kegiatan |
Deskripsi Kegiatan |
Alokasi Waktu |
|
Pendahuluan |
Kegiatan Pra
Pembelajaran 1. Guru mengucapkan salam 2. Membaca doa bersama (guru mengamati siswa
menggunakan rubrik) 3. Guru melakukan presensi siswa 4. Guru mengkondisikan siswa untuk menyiapkan
perlengkapan untuk pembelajaran yang akan dilaksanakan dan duduk dengan
tenang sesuai dengan kelompoknya 5. Guru menyiapkan media pembelajaran dan
sumber belajar |
15 Menit |
|
6. Guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan 7. Guru memberikan motivasi dengan mengajak
siswa untuk melakukan gerakan-gerakan kecil yang berhubungan dengan pemanasan
menggunakan musik. (gerakan baby shark) 8. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 9. Guru menyampaikan urutan kegiatan yang akan
dilakukan siswa |
15 Menit |
|
|
Inti |
A. Orientasi Peserta Didik pada masalah 1. Siswa menyimak cerita pada buku siswa
tentang olahraga yang dibacakan oleh guru. (mengamati) 2. Siswa membaca nyaring kosakata yang
berkaitan dengan olahraga dan permainan (mencoba) 3. Siswa bertanya mengenai kosakata yang belum
dipahami (menanya) 4. Siswa mendengarkan cerita berjudul “Beni
Lupa Pemanasan” (mengamati) 5. Guru memeriksa pemahaman siswa terhadap
teks dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan: B. Mengorganisasikan siswa untuk belajar 6. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai
pentingnya pemanasan (mengamati) 7. Guru memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya. (menanya) 8. Siswa mengerjakan LKPD secara individu (menalar) C. Membimbing Penyelidikan Individu dan
Kelompok 9. Guru membimbing siswa untuk mengerjakan
lembar kerja D. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya 10. Siswa maju ke depan untuk menyampaikan
hasil kerjanya dengan bimbingan guru (mengkomunikasikan) E. Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah 11. Guru memberikan penguatan dan mengoreksi
jawaban siswa 12. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai
gerakan menekuk tanpa berpindah tempat (mengamati) 13. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa
prosedur cara melakukan gerakan menekuk badan (menanya) 14. siswa berdiri mempraktikkan gerakan
pemanasan (mencoba) 15. Siswa melakukan gerakan menekuk badan
(mencoba) |
130 Menit |
|
Penutup |
1. Siswa bersama guru membuat kesimpulan
terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan selama satu pembelajaran 2. Guru memberikan umpan balik dan penghargaan
terhadap proses dan hasil pembelajaran 3. Siswa mengerjakan evaluasi tertulis 4. Guru memberikan tindak lanjut kepada siswa (pembelajaran
remidial/pengayaan) 5. Siswa berdoa menurut agama dan keyakinan
masing-masing |
20 Menit |
Terima Kasih
Semoga Bermanfaat
Daftar Referensi
Hosnan,
M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21.
Jakarta: Ghalia Indonesia.
Jumanta Hamdayama. 2014. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan
Berkarakter.
Bogor.
Ghalia Indonesia.
Maaruf Fauzan. 2017. Penerapan Model Problem Based Learning pada
Pembelajaran
Materi Sistem Tata Surya untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa.
Jurnal
Pendidikan Sains Indonesia. Volume 5. Nomor 1
Ni, Made
Suci.2008. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan
Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Teori Akuntansi Mahasiswa Jurusan
Pendidikan Ekonomi UNDIKSHA.Jurnal. JPPP Lembaga Penelitian Undiksha. Vol.2
No.1 April 2008
Noly Shofiyah dan Fitria Eka Wulandari. 2018. Model Problem Based
Learning
(PBL)
dalam Melatih Scientific Reasoning Siswa. Jurnal Penelitian
Pendidikan IPA. Volume 3. Nomor 1.
Rusman.
(2010). Model-Model Pembelajaran. Bandung: Rajawali Pers.
Wulansari, F. P., Neolaka, A. and Saleh, R. (2013) ‘Persepsi Siswa Tentang Pembelajaran Berbasis Produksi dalam Kelompok Pelajaran Produktif’, Jurnal PenSil, II(1), pp. 26–40.

0 Comments