Pengertian dan Macam-macam Komponen Pembelajaran

 Pengertian dan Macam-macam Komponen Pembelajaran

Pengertian dan Macam-macam Komponen Pembelajaran


Pengertian Komponen Pembelajaran

Pembelajaran dikatakan sebagai suatu sistem karena pembelajaran adalah kegiatan yang bertujuan, yaitu membelajarkan siswa. Proses pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelasi, dimana guru harus memanfaatkan komponen tersebut dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang ingin direncanakan.

Komponen merupakan bagian dari keseluruhan. Sedangkan pembelajaran merupakan perubahan yang bertahan lama dalam perilaku, atau dalam kapasitas berperilaku denga cara tertentu, yang dihasilkan dari praktik atau bentuk-bentuk pengalaman lainnya. Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata instruction yang dalam bahasa yunani disebut instructus atau intruere yang berarti menyampaikan pikiran. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar anak didik, anak didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. (Schunk, 2012).

Dari pengertian relevansi, komponen dan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa relevansi komponen pembelajaran merupakan kesesuaian dan kecocokan hubungan antara bagian-bagian dalam proses mental dan fisik yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan yang akan dicapai. Pada pembelajaran terdapat delapan komponen yang saling berkaitan dan saling mengisi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Selain itu, relevansi komponen pembelajaran juga memberikan gambaran bahwa betapa pentingnya setiap komponen, pembelajaran tidak akan bisa berjalan apabila salah satu komponennya tidak terpenuhi. Dan juga komponen pembelajaran merupakan system yang memiliki keterkaiatan satu sama lain dan berinteraksi dalam mengembangkan pembelajaran. (Djamarah, 2010).

Hubungan Antara Komponen Pembelajaran

A.    Tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan disebut sebagai komponen yang paling fundamental dalam proses desain pembelajaran. Yang mana penentuan tujuan pendidikan penting untuk dilakukan mengingat pembelajaran yang tidak diawali dengan identifikasi dan penentuan tujuan yang jelas akan menimbulkan kesalahan sasaran. Dalam hubungannya dengan pelaksanaan pembelajaran rumusan Tujuan merupakan aspek dasar dalam mengarahkan proses pembelajaran yang baik (Muhammad Yaumi, 2014). Untuk merumuskan tujuan pembelajaran kita harus mengambil suatu rumusan tujuan untuk menentukan tingkah laku peserta didik yang spesifik yang mengacu pada tujuan tersebut. Menurut Oemar (2013), yang menjadi kunci dalam rangka menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan peserta didik, bahan ajar dan guru itu sendiri.

B.     Peserta didik

Peserta didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Peserta didik merupakan unsur manusiawi yang sangat penting dalam kegiatan interaksi edukatif. Ia dijadikan sebagai pokok persoalan dalam semua gerak kegiatan pendidikan dan pengajarannya . Sebagai subjek dalam dunia pendidikan, peserta didik memiliki kedudukan yang menempati posisi yang menentukan dalam sebuah interaksi. Pendidik tidak mempunyai arti apa-apa tanpa kehadiran peserta didik sebagai subjek pembinaan. Jadi, peserta didik adalah kunci yang menentukan terjadinya interaksi edukatif. (Dolong, 2016).

C.     Pendidik

Pendidik atau guru adalah seseorang yang bertanggung jawab mencerdaskan peserta didik di sekolah (Djamarah, 2010). Pendidik perlu mempersiapkan segala perangkat pembelajaran sebelum melaksanakan tugas profesinya, merumuskan tujuan, menentukan metode, menyampaikan bahan ajar, menentukan sumber belajar dan yang terakhir ketika pendidik akan melihat hasil pembelajarannya adalah melaksanakan evaluasi.

D.    Bahan ajar atau Materi

Menurut Abdul Majid (2013) bahan ajar/materi adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan ajar paling tidak mencakup antara lain:

1.    Petunjuk belajar (Peserta didik/Guru)

2.    Kompetensi yang akan dicapai

3.    Informasi pendukung

4.    Latihan-latihan

5.    Petunjuk kerja, dapat berupa lembar kerja

6.    Evaluasi

E.     Metode

Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan. Tidak semua metode cocok digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Menurut Jejen Mustafa (2015), metode adalah suatu cara yang digunakan pendidik untuk menyampaikan materi pelajaran, keterampilan/sikap tertentu agar Pembelajaran dapat berlangsung efektif dan tujuannya tercapai dengan baik. Terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode yaitu sebagai berikut:

1.    Tujuan dengan berbagai jenis dan fungsinya

2.    Anak didik dengan berbagai tingkat kematangannya

3.    Situasi dengan berbagai keadaan

4.    Fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitasnya

5.    Pribadi guru serta kemampuan profesinya yang berbeda-beda.

F.      Media

Media merupakan alat dan bahan yang dapat digunakan untuk kepentingan pembelajaran dalam upaya meningkatkan hasil belajar. Media bukan hanya berupa alat atau bahan saja akan tetapi hal-hal lain yang dapat memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan. Media dapat juga dipandang sebagai alat dan bahan yang digunakan guru atau instruktur atau sumber belajar lainnya untuk memudahkan proses belajar peserta didik (Riyana, 2012). Fungsi media diantaranya adalah:

1.    Menangkap suatu objek/peristiwa tertentu atau bahkan objek langka yang dapat diabadikan dengan foto film atau melalui rekaman. Kemudian peristiwa tersebut dapat disampaikan dan dapat digunakan manakala diperlukan.

2.    Memanipulasi keadaan, peristiwa atau objek. Dengan menggunakan media guru dapat mengukuhkan pengalaman yang konkret pada peserta didik.

3.    Kesempatan belajar lebih merata.

4.    Pengajaran lebih berdasarkan ilmu.

5.    Menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa ke ruang kelas.

G.    Evaluasi

Evaluasi adalah seluruh kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan dan penafsiran serta pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar, dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Berikut ini adalah beberapa tujuan dari evaluasi:

1.    Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan peserta didik dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

2.    Memungkinkan guru atau pendidik menilai aktivitas/pengalaman yang didapat.

3.    Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan peserta didik, menetapkan kesulitan-kesulitan dan menyarankan kegiatan remedial.

4.    Memberi informasi data yang digunakan sebagai dasar untuk mendorong motivasi belajar peserta didik dengan cara mengenal kemajuannya sendiri dan merangsang kemampuannya untuk upaya perbaikan (Oemar, 2013).


Post a Comment

0 Comments