A. Pengertian Blended Learning
Untuk Menunjang Kemajuan Pendidikan Perlu adanya peningkatan dalam
bidang pendidikan yaitu dengan cara Memperbarui Model-Model Pembelajaran, Dalam
Memperbarui Model Pembelajaran Saat ini Kita fokus ke Model Pembelajaran Blended
learning, Kurtus (2004) Menyampaikan Bahwa "blended learning is a
mixture of the various learning strategies and delivery methods that will
optimize the learning experience of the user". Yang artinya Blended
Learning merupakan Pembelajaran campuran tapi menggunakan strategi dan penyampaian
yang lebih optimal dengan percampaian yang bisa di cakup semua Peserta didik.
Dalam Pembelajaran
Blended learning ini Kita bisa Memanfaatkan Teknologi Pendidikan yang saat
pandemi ini berlangsung kita ada cara baru dalam penyampaian belajar yaitu adalah
Daring/Online. Dalam Pemanfaatan teknologi pendidikan yang kita kenal sekarang
ini Daring/Online kita bisa menciptakan sistem pembelajaran baru yang berasal
dari sumber internet. Jauh sebelum Pandemi kita masih di berikan cara
pemanfaatan Teknologi ini karena kita hanya di berikan Teori Pemanfaatan sistem
online dalam Tatap muka. Sekarang saat pandemi ini berlangsung kita mau tidak
mau harus menekan teori pemanfaatan online ini lebih mendalam. Pemanfaatan
Sistem Online ini ada banyak cara, Antara Lain : Membuat Link yang bisa memuat
Presensi, Membuat Tugas dengan ketikan Word, Membuat Blog Untuk Pengupulan
Tugas dan Banyak lagi. Seperti Yang di sampaikan Oleh Allen, Seaman, and
Garrett (2007: 5) Yang mendefinisikan Blended Learning Yaitu: The definition
of on online Program or Blended Program is similar to the definition used for
course; an online program is one where at least 80 Percent of the program
content is delivered online and a blended Program is one where beetwen 30 and
79 percent of the program content is delivered online.
Dari beberapa
definisi dapat kita simpulkan bahwa Blended Learning yaitu Sebuah Metode
Pembelajaran Campuran yang menggabungkan antara pembelajaran
tatap muka (face-toface) dengan e-learning serta
menggunakan strategi yang optimal agar bisa di cakup semua peserta didik..
Blended learning merupakan konsep baru dalam pembelajaran dimana penyampaian
materi dapat dilakukan di kelas dan online.
Pemanfaatan Metode pembelajaran bisa kita peroleh dari mana saja
karena kita sebelumnya mendapat masalah dan kita bisa menyelesaikan, Sebelumya
kita dapat masalah pandemi maka kita merombak semua metode pembelajaran dengan
daring.
B. Karakteristik Blended
Learning
Pembelajaran
berbasis blended learning diawali semenjak ditemui pc, meski saat sebelum itu
pula telah berlangsung terdapatnya kombinasi( blended). Terbentuknya
pembelajaran, awal mulanya sebab terdapatnya tatap muka serta interaksi antara
pengajar serta pelajar, sehabis ditemui mesin cetak hingga guru menggunakan
media cetak. Pada dikala ditemui media audio visual, sumber belajar dalam
pendidikan mengombinasi antara pengajar, media cetak, serta audio visual.
Tetapi blended learning timbul sehabis berkembangnya teknologi data sehingga
sumber bisa diakses oleh pembelajar secara offline ataupun online. Dikala ini,
pendidikan berbasis blended learning dicoba dengan mencampurkan pendidikan
tatap muka, teknologi cetak, teknologi audio, teknologi audio visual, teknologi
pc, serta teknologi m- learning( mobile learning). Dalam blended learning ada 6
faktor yang wajib terdapat, ialah:( 1) tatap muka( 2) belajar mandiri,( 3)
aplikasi,( 4) bimbingan,( 5) kerjasama, serta( 6) evaluasi
1. Tatap
Muka Pendidikan tatap muka telah dicoba saat sebelum ditemuinya teknologi
cetak, audio visual, serta pc, pengajar selaku sumber belajar utama.
2. Belajar
Mandiri Dalam pembelajaran berbasis Blended Learning, bakal banyak sumber
belajar yang wajib diakses oleh partisipan didik, karna sumber- sumber tersebut
tidak cuma terbatas pada sumber belajar yang dipunyai pengajar ataupun
bibliotek lembaga pendidikannya saja, melainkan sumber- sumber belajar yang
terdapat di bibliotek segala dunia.
3. Aplikasi Aplikasi dalam pembelajaran berbasis blended learning bisa dicoba lewat pembelajaran berbasis permasalahan, pelajar hendak secara aktif mendefinisikan permasalahan, mencari bermacam alternatif pemecahan, serta melacak konsep, prinsip, serta prosedur yang diperlukan buat membongkar permasalahan tersebut
4. Tutorial Pada tutorial, peserta didik yang aktif buat mengantarkan permasalahan yang dialami, seseorang pengajar hendak berfungsi selaku tutor yang membimbing. Walaupun aplikasi teknologi bisa tingkatkan keterlibatan pelajar dalam belajar, kedudukan pengajar masih dibutuhkan selaku tutor.
5. Kerjasama
Kemampuan kerja sama wajib jadi bagian berarti dalam pembelajaran berbasis
Blended Learning. Perihal ini pasti berbeda dengan pembelajaran tatap muka
konvensional yang seluruh peserta didik belajar di dalam kelas yang sama di
dasar kontrol pengajar. Sebaliknya dalam pembelajaran berbasis blended, hingga
peserta didik bekerja secara mandiri serta berkolaborasi
6. Evaluasi
Penilaian pembelajaran berbasis blended learning pastinya hendak sangat berbeda
dibandingkan dengan penilaian pembelajaran tatap muka. Penilaian wajib
didasarkan pada proses serta hasil yang bisa dicoba lewat evaluasi penilaian
kinerja belajar pelajar bersumber pada portofolio. Demikian pula evaluasi butuh
mengaitkan bukan cuma otoritas pengajar, tetapi butuh terdapat evaluasi diri
oleh pelajar, ataupun penilai pelajar lain. Kholiqul Amin( 2017: 62)
Lima
Kunci Blended Learning Jared Meter. Carman( 2005: 2) menarangkan terdapat 5
kunci buat melakukan pembelajaran dengan blended learning, ialah.
1. Live
Event( Pendidikan Tatap Muka) Pembelajaran langsung ataupun tatap muka secara
sinkronous dalam waktu serta tempat yang sama maupun waktu sama namun tempat
berbeda. Pola pembelajaran langsung masih jadi pola utama yang kerap digunakan
pendidik dalam mengajar. Pola pendidikan ini butuh didesain sedemikian rupa
buat menggapai tujuan pembelajaran cocok dengan kebutuhan mahasiswa.
2. Self-
Paced Learning( Pendidikan Mandiri) Pendidikan mandiri( selfpaced learning)
membolehkan partisipan belajar didik bisa belajar kapan saja serta dimana saja
secara online. Ada pula konten pendidikan butuh dirancang spesial baik yang
bertabiat bacaan ataupun multimedia, semacam: video, animasi, simulasi, foto,
audio, ataupun campuran seluruhnya. Tidak hanya itu, pendidikan mandiri pula
bisa dikemas dalam wujud novel, via website, via mobile, streaming audio,
ataupun streaming video.
3. Collaboration(
Kerja sama) Kerja sama dalam pendidikan blended learning dengan mengombinasikan
kerja sama antar pengajar ataupun kerja sama antar partisipan belajar. Kerja
sama ini bisa dikemas lewat perangkat- perangkat komunikasi, semacam forum,
chatroom, dialog, email, web, serta sebagainya. Dengan kerja sama ini
diharapkan bisa tingkatkan konstruksi pengetahuan ataupun keahlian dengan
terdapatnya interaksi sosial dengan orang lain
4. Assessment(
Evaluasi/ Pengukuran Hasil Belajar) Evaluasi( assessment) ialah langkah berarti
dalam penerapan proses pendidikan. Evaluasi dicoba dengan tujuan buat mengenali
sepanjang mana kemampuan kompetensi yang sudah dipahami oleh siswa. Tidak hanya
itu, evaluasi pula bertujuan selaku tindak lanjut guru dalam penerapan
pendidikan. Ada pula guru selaku perancang pendidikan wajib sanggup meramu
campuran tipe assessment online serta offline baik yang bertabiat uji ataupun
non- tes;
5. Performance Support Materials( Sokongan Bahan Belajar) Bahan ajar ialah salah satu komponen berarti dalam menunjang proses pendidikan. Pemakaian bahan ajar hendak mendukung kompetensi siswa dalam memahami sesuatu modul. Dalam pendidikan dengan blended learning sebaiknya dikemas dalam bentuk digital ataupun cetak sehingga bisa diakses oleh partisipan belajar baik secara offline ataupun online. Pemakaian bahan ajar yang dikemas secara online hendaknya pula menunjang aplikasi pembelajaran online. Contoh: pemakaian bahan ajar berupa power point pada e- learning dengan basis efront. Bahan ajar ini menunjang pendidikan online sebab bisa diakses oleh partisipan didik Kelima kunci di atas mempunyai keterkaitan serta pengaruh yang signifikan dalam aktivitas pendidikan dengan blended learning. Dengan kelima kunci tersebut, pendidikan yang didesain dengan model pendidikan blended learning diharapkan bisa dilaksanakan cocok dengan tujuan pendidikan sehingga berlangsung dengan efisien serta efisien
C. Kelebihan Blended
Learning
Blanded
learning dikembangkan karena berbagai kelemahan yang muncul
saat pembelajaran tatap muka ( face-to-face) dan e-learning.
Selain dikembangkan karena adannya kelemahan dari kedua pembelajaran tersebut, blanded
learning sehinnga dikembangkan karena kelebihan dari pembelajaran tatap
muka (face-to-face) dan e-learning. Adapun kelebihan dari blanded
learning yang dipaparkan oleh Kusairi (dalam Husamah 2014: 35), yaitu:
a. Peserta
didik bebas buat menekuni modul pelajaran secara mandiri dengan menggunakan
materi- materi yang ada secara online.
b. Peserta
didik bisa berbicara/ berdiskusi dengan pengajar ataupun peserta didik lain
yang tidak wajib dicoba dikala di kelas( tatap muka).
c. Aktivitas
pembelajaran yang dicoba peserta didik di luar jam tatap muka bisa dikelola
serta dikontrol dengan baik oleh pengajar.
d. Pengajar
bisa meningkatkan modul pengayaan lewat sarana internet.
e. Pengajar
bisa memohon peserta didik membaca modul ataupun mengerjakan uji yang dicoba
saat sebelum pendidikan.
f. Pengajar bisa menyelenggarakan kuis,
membagikan balikan serta menggunakan hasil uji dengan efisien.
g. Peserta didik bisa silih berbagi file dengan pesera didik yang lain.
Berdasarkan
yang telah diungkapkan Kusairi di atas maka dapat disimpulan bahwa kelebihan dari Blanded
Learning yaitu kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan di kelas maupun
di luar kelas dengan memanfaatkan berbagai teknologi untuk menambah materi
pelajaran dan soal-soal yang diberikan di kelas maupun melalui online yang
dikelola dan dikontrol sedemikian rupa oleh guru supaya kegiatan pembelajaran
dapat berlangsung, serta komunikasi terkait siswa dan antar guru dengan siswa yang
lainnya dapat terjalin baik ketika berada di kelas maupun di luar kelas (online)
dengan adannya membentuk sebuah grup diskusi sehinnga dapat memanfaatkan
perkembangan teknologi di era saat ini yakni pembelajaran tanpa ada komunikasi
tidak akan mampu memberikan hasil sesuai dengan harapan yang baik dari guru
maupun peserta didik. Dewey & Moore
(dalam Comey; dalam Sari, 2006) mengemukakan bahwa komunikasi merupakan peranan
penting dalam proses pembelajaran dan menjadi kunci dalam menciptakan
lingkungan belajar yang efektif.
Kelebihan
dari metode pembelajaran ini cukup banyak sehingga cukup popular juga. Adapun
kelebihan-kelebihan yang bisa didapatkan yakni menghemat waktu dan biaya.
Peserta didik yang mengikuti metode pembelajaran ini tidak terbataskan oleh
waktu dan ruang sehingga bisa dilakukan sesuai dengan keinginan dari peserta
didik dari model blended learning.
Selain dari kelebihan lainnya, didapat dari beberapa kemudahan peserta didik dapat mengakses pembelajaran karena bisa didapatkan melalui online. Tutor akan memberikan materi melalui banyak cara seperti video dan materi biasa dan bisa didapatkan dari daring. Dengan kelebihan tersebut maka hasil didapatkan akan optimal.
D. Kekurangan Blended
Learning
Blended
learning merupakan perpaduan dari teknologi multimedia, CD ROM, video
streaming, kelas virtual, voicemail, email serta telefon conference, animasi
bacaan online serta video- streaming. Seluruh ini dikombinasi dengan wujud
tradisional pelatihan di kelas. Blended learning jadi pemecahan yang sangat pas
buat proses pendidikan yang cocok tidak cuma dengan kebutuhan pendidikan hendak
namun pula style sang pembelajar. Walaupun blended learning memiliki banyak
kelebihan akan namun juga memiliki kekurangan.
Kekurangan
Model Pembelajaran Blended Learning bagi Rusman( 2011: 271- 275) merupakan:
1. Keberhasilan
pembelajaran blended learning tergantung pada keahlian serta motivasi
pembelajaran;
2. Akses
buat mengikuti pembelajaran dengan memakai website kerapkali jadi permasalahan
untuk pembelajar;
3. Pembelajar
cepat merasa bosan serta jenuh bila mereka tidak mengakses data, disebabkan
tidak adanya perlengkapan yang mencukupi serta bandwith yang lumayan;
4. Diperlukan
panduan untuk pembelajar buat mencari data yang relevan, sebab data yang ada di
dalam website sangat bermacam- macam;
5. Dengan
memakai pembelajaran berbasis website, pembelajaran tersendat bila ada
keterbatasan dalam sarana komunikasi.
6. Kelemahan
terbanyak dalam pembelajaran online merupakan amat minimnya interaksi langsung
antara pendidik dengan peserta didik ataupun antara sesama partisipan didik.
DAFTAR
PUSTAKA
Carman, J.M. 2005. Blended Learning
Design: Five Key Ingredients. diunduh dari melalui http://www.agilantlearning.com/pdf
/ Blended%20 Learning%- 20Design.pdf pada tanggal 28 Juli 2021
Elaine Allen, Jeff Seaman, and
Richard Garrett. (2007). Blending In The Extent and Promise of Blended
Education in the United States. Sloan-C™.
Husamah. 2014. Pembelajaran Bauran (
blanded learning) Terampil Memadukan Keunggulan Pembelajaran Face-to-face, E-learning
Offline-Online, dan Mobile Learning. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Idris, Husni. 2011. Pembelajaran Model
Blended Learning. Jurnal Iqra’ Vol.5. No.1, Januari – Juni 2011.
Kholiqul Amin, Ahmad. 2017. Kajian
Konseptual Model Pembelajaran Blended Learning berbasis Web untuk Meningkatkan
Hasil Belajar dan Motivasi Belajar. JURNAL PENDIDIKAN EDUTAMA, Vol 4, No2 Juli
2017.
Kurtus, R. (2004). Blended
Learning. Available at http://www.school-for champions.com/elearning/blended.htm
[diakses 28-07-21].

0 Comments