![]() |
| Menganalisis Perancangan Jaringan Nirkabel |
Menganalisis Perancangan Jaringan Nirkabel - analisis tentang identifikasi kegiatan survey (koordinat, zona, channel, noise). Lalu penentuan kapasitas jaringan wireless dan penentuan topologi jaringan wireless yang akan digunakan. Kemudian, mengidentifikasi interkoneksi perangakat jaringan dan kondisi channel yang digunakan , proses interferensi adalah interaksi antar gelombang suatu daerah
JOB SHEET 3
Nama : Muhamad
Reizal Muhaimin
Kelas : XII TKJ
No . Absen : 27
Mata pelajaran : Jaringan Nirkabel
Kompetensi : Analisis Perancangan Jaringan
Nirkabel
Unjuk kerja/produk :portofolio
A. ALAT DAN BAHAN
1. PC
3.
B. LANGKAH KERJA
1. Proses
a. Identifikasi kegiatan survey
(koordinat,zona,channel,noise)
b. Penentuan kapasitas Jaringan Wireless
c. Penentuan Topologi Jaringan
Wireless
d. mengIdentifikasi interkoneksi
perangkat jaringan
e. kondisi channel
f. interferensi
2. Hasil
Laporan tentang hasil Analisa
Menganalisis Perancangan Jaringan Nirkabel
Terdapat beberapa cara untuk memulai perancangan jaringan wireless. Di setiap
langkah ini nanti perancang membutuhkan beberapa perangkat tambahan baik
software maupun hardware, dan juga berapa strategi tertentu.
Identifikasi Kegiatan Survey
(Koordinat, zone, channel, noise)
·
Koordinat
(Untuk menentukan suatu titik di bumi berdasarkan garis
lintang dan garis bujur.)
![]() |
| Menganalisis Perancangan Jaringan Nirkabel |
è Garis Lintang: Garis
lintang itu adalah garis maya yang melingkari bumi ditarik dari arah barat
hingga ke timur atau sebaliknya , sejajar dengan equator (garis khatulistiwa).
è Garis Bujur: Garis Bujur adalah garis maya yang
ditarik dari kutub utara hingga ke kutub selatan atau sebaliknya. Dengan
pengetahuan seperti itu berarti derajat antar garis bujur semakin melebar di
daerah khatulistiwa dan makin menyempit di daerah kutub.
·
Zone
(Daerah coverage area perlu diperhatikan mengenai kontur
wilayahnya, keadaan alamnya, gedung-gedungnya, dan lain-lain.)
·
Channel
(Pemilihan channel, salah satu hal
yang dapat mengoptimalisasi jaringan wireless.
Jaringan kabel dan wireless memiliki perbedaan mencolok, yaitu pada media
transmisinya. Pada jaringan wireless, media pertukaran data tidak terlihat
seperti pada jaringan kabel. Pada jaringan wireless media transmisi
memanfaatkan udara dengan menggunakan frekuensi “jumlah getaran”.)
·
Noise/derau
(Terjadi karena adanya sinyal-sinyal yang bercampur
(distorsi) yang tidak diinginkan)
Ø
Noise dibagi empat
a. Thermal noise
Agitasi elektron dalam suatu
konduktor yang selalu muncul di
semua peralatan elektronik dan media transmisi yang diakibatkan temperatur.
b. Intermodulation noise
Sinyal-sinyal pada
frekuensi-frekuensi yang berbeda tersebar pada medium transmisi yang sama.
c. Crosstalk
Sambungan yang kurang baik/kabel
elektrik yang berdekatan dan dapat pula dari microwave.
d. Impuls noise
Terdiri dari pulsa-pulsa tak
beraturan/spike-spike noise dengan durasi pendek dengan amplitudo yang relatif
tinggi.Terjadi karena kilat/petir dan mungkin kesalahan dalam sistem komputer.
Kapasitas Jaringan Nirkabel
Dalam kapasitas jaringan nirkabel
sudah sangan luas, dapat digunakan oleh banyak orang dan mulai dikenal
Topologi Jaringan Nirkabel
1.
Independent Basic Service Set (IBBS)
Independent Basic Service Set (IBBS). Set
Layanan Dasar Independen Jaringan AdHoc (jaringan wireless yang terdiri dari kumpulan mobile node (mobile
station) yang bersifat dinamik dan spontan) terbentuk bila antara client
wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN Card saling terhubung satu sama
lain secara langsung. Pada jaringan ini tidak memerlukan perantara seperti access
point atau perangkat lainnya.Topologi Adhoc ini memiliki beberapa
kelemahan. Jika client yang Terhubung semakin banyak, maka proses transmisi
data akan semakin lambat.
Kelemahan lainnya, karena tidak
adanya access point yang dijadikan consentrator pada topologi ini, menyebabkan
tidak adanya perangkat yang bisa mengatur wireless client yang tekoneksi.
Collusion atau tabrakan pun sangat mungkin terjadi.
2. Basic
Service Set (BSS)
Set Layanan Dasar
pada layanan ini Koneksi
antar wireless client pada topologi ini diperantarai oleh sebuah perangkat
access point. Setiap wireless client yang ingin terhubng dengan client lainnya
harus terhububung dulu dengan access point yang digunakan.
3. Extended
Service Set (ESS)
Set layanan Di Perpanjang Pada
topologi ESS terdapat lebih dari satu access point yang digunakan.Tujuannya
adalah untuk menjangkau area yang lebih jauh lagi.Jadi, bisa dikatakan topologi
ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi BSS.
Pada
topologi BSS atau ESS, kita bisa memadukannya dengan jaringan kabel. Koneksi
ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubng dan
berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.
Identifikasi
Interkoneksi Perangkat Jaringan.
1.
Network interface card, yaitu perangkat
yang menyediakan antarmuka hardware antara komputer jaringan.
FUNGSI NIC digunakan sebagai sarana menerima dan mengirimkan data melalui kabel
jaringan. Adapun tugas dari NIC adalah sebagai berikut:
§
Transfer data ke komputer lain dengan terlebih dahulu mempersiapkan data
dari komputer agar dapat dilewatkan ke media penghubung.
§
Mengontrol aliran data antar komputer dan sistem perkabelan.
§
Menerima data yang ditransfer dari komputer lain lewat kabel dan
menterjemahkannya ke dalam bit yang dimengerti oleh komputer.
2.
Hub/switch, yaitu perangkat yang memiliki banyak port yang memungkinkan
beberapa titik (komputer yang ada NIC-nya) bergabung jadi satu jaringan.
Fungsi Hub yaitu menerima
sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain. Hub
sebagai penghubung antar komputer sehingga membentuk suatu jaringan pada
topologi star.
3. Repeater,
yaitu alat yang digunakan untuk memperkuat sinyal di dalam jaringan.
Fungsi Repeater :
· Memperluas
sinyal dari server
· Mempermudah
akses sinyal wifi dari server
· Mengover
daerah-daerah yang lemah sinyal dari server
· Meneruskan
dan memperkuat sinyal
· Mempermudah
pengiriman data/informasi
· Tidak
perlu membangun jaringan kabel yang sangat panjang.
4. Bridge,
yaitu alat yang fungsinya sama dengan repeater, tapi bridge melakukan filter
terhadap sinyal. Bridge juga dapat menghubungkan jaringan yang beda segmen
protokol aksesnya, tapi protokol komunikasinya sama.
5. Router,
yaitu perangkat yang dapat menghubungkan jaringan komputer satu dengan jaringan
yang lain.
Kondisi Channel
Channel
dapat diibaratkan seperti sebuah jalan. Peralatan wireless yang mendukung
standar protocol 802.11a/b/g yang menggunakan frekwensi 2,4 GHz mempunyai
jumlah 14 channel. Pemasangan Access Point dengan menggunakan frekwensi 2,4 GHz
lebih dari satu dalam satu ruangan atau area, harus memperhatikan channel agar
tidak terjadi interferensi antar access point yang nanti dapat mengakibatkan
kerusakan data.
Interferensi
Interferensi adalah
interaksi antar gelombang di dalam suatu daerah. Interferensi dapat
bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang
sama dengan nol, sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari
kedua gelombang tersebut. Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat,
sehingga kedua gelombang saling menghilangkan.
Beberapa sumber interferensi :
1. Natural
noise, adalah noise dari atmosfer dangalaksi
2.
Manmade noise, adalah sinyal RF yang diambil oleh antena. Termasuk microwave
oven, telepon cordless, dan indoor WiFi
3.
Receiver noise, adalah noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal penerima
4.
Interferensi dari jaringan lain, adalah interferensi yang disebabkan oleh
jaringan wireless lain yang bekerja pada band yang sama.
5.
Interferensi dari jaringan sendiri, adalah terjadi jika kita menggunakan
frekwensi yang sama lebih dari satu kali, menggunakan channel yang tidak
mempunyai cukup jarak /spasi antar channelnya, atau menggunakan urusan
frekwensi hopping yang tidak benar.
6.
Interferensi dari sinyal out of band, adalah disebabkan oleh sinyal yang kuat
di luarfrekwensi band yang kita gunakan, misalnya pemancar FM, AM, atau TV,
pager, radio CB.
Strategi untuk menanggulangi
interferensi, gunakan antenna sectoral atau antenna pengarah / narrow band
dengan penguatan tinggi. Biasanya sangat efektif untuk mengurangi
interferensi terutama di daerah yang spectrum-nya sangat padat sekali.
1. Gunakan jalur-jalur yang
pendek, jangan berusaha membangun sambungan jarak jauh.
2. Pilih frekuensi yang tidak banyak
digunakan oleh stasiun lain.
3. Ubah / ganti polarisasi antena.
4. Atur azimuth antenna.
Kesimpulan
Dengan dilakukannya analisis tentang identifikasi kegiatan survey (koordinat, zona,
channel, noise). Lalu penentuan kapasitas jaringan wireless dan penentuan
topologi jaringan wireless yang akan digunakan. Kemudian, mengidentifikasi
interkoneksi perangakat jaringan dan kondisi channel yang digunakan , proses
interferensi adalah
interaksi antar gelombang suatu daerah kita dapat memahami serta mengetahui langkah Langkah untuk memulai perancangan jaringan wireless. Di setiap
langkah ini nanti perancang membutuhkan beberapa perangkat tambahan baik
software maupun hardware, dan juga berapa strategi tertentu.


0 Comments