Nama : Muhamad Reizal Muhaimin
Nim :
191330000459
Kelas :
4 PGSD A1
Tugas :
Meringkas Jurnal
Mata Kuliah :
Manajemen kelas
MENINGKATKAN
NILAI KARAKTER DISIPLIN MELALUI PENCIPTAAN IKLIM KELAS KONDUSIF DI KELAS IVA SD
NEGERI 13/I MUARA BULIAN
Pengelolaan kelas yang
baik merupakan bagian terpenting dari kegiatan pembelajaran seorang guru.
Menurut Muhtadi (2014:3), menyatakan bahwa “Iklim kelas adalah kondisi
lingkungan kelas dalam hubungannya dengan kegiatan pembelajaran. Iklim kelas
merupakan suasana yang ditandai oleh adanya pola interaksi atau komunikasi
antara guru-siswa, siswa-guru dan siswa-siswa.”
Lingkungan belajar yang kondusif
mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. Strategi belajar
apapun yang digunakan guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung
dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. Di kelas segala aspek pendidikan
pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya, siswa dengan
segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya, kurikulum dengan segala
komponennya, materi pelajaran dengan segala pokok bahasannya, media dengan
segala coraknya bertemu, berpadu dan berinteraksi dikelas. Oleh sebab itu sudah
selayaknya kelas dikelola dengan baik, profesional dan harus berlangsung terus
menerus.
Penciptaan suasana dan
kondisi kelas yang belum tertib dan kondusif saat proses pembelajaran merupakan
salah satu hal yang tampak dalam pengamatan sebagai wujud kedisiplinan belajar
siswa dalam proses pembelajaran di kelas yang belum tercipta. Contohnya peserta
didik masih sering ribut dan main-main saat proses pembelajaran sedang
berlangsung, datang ke sekolah tidak tepat waktu, tidak membuat PR,
mengulurngulur waktu untuk masuk setelah jam istirahat selesai, mengumpulkan
tugas tidak tepat waktu, tidak menghargai teman yang sedang maju di kelas
menyampaikan pendapatnya, dan siswa sering izin keluar kelas
Berdasarkan dari uraian di
atas peneliti ingin menciptakan iklim kelas kondusif untuk meningkatkan
karakter disiplin siswa. Karena tindakan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut
: (1) Suasana pembelajaran di kelas, tenang, jauh dari kegaduhan dan kekacauan.
(2) Adanya hubungan yang akrab, penuh pengertian, dan rasa kekeluargaan antara
warga sekolah. (3) Di sekolah tampak adanya sikap mendahulukan kepentingan
sekolah daripada kepentingan pribadi. (4) Semua kegiatan sekolah diatur dengan
tertib. (5) Siswa mendapat perlakuan adil. (6) Di dalam kelas dapat dilihat
adanya aktvitas belajar mengajar yang tinggi. (7) Siswa aktif mengajukan
pertanyaan-pertanyaan tentang pelajaran yang kurang dipahami. (8) Siswa saling
menghargai satu sama lainnya, dan terhadap gurunya siswa memiliki rasa hormat
yang tinggi. (9) Meja dan kursi serta perlengkapan lainnya, yang terdapat di
kelas senantiasa ditata dengan rapi dan dijaga kebersihannya. (10) Siswa ikut
merawat kebersihan perabot sekolah dan kebersihan ruang kelas yang penugasannya
dilakukan secara bergilir.
Karakter
Karakter tersususun dari
tiga bagian yang saling berhubungan, yaitu moral knowing (pengetahuan moral),
moral feeling (perasaan moral), dan moral behavior (perilaku moral). Karakter
yang baik terdiri dari pengetahuan tentang kebaikan (knowing the good),
keinginan terhadap kebaikan (desiring the good), dan berbuat kebaikan (doing
the good)”
Disiplin Belajar
Disiplin belajar
merupakan perubah tingkah laku yang mencakup perubahan berfikir, sikap, dan
tindakan yang menunjukkan nilai ketaatan dan keteraturan dalam proses
pembelajaran berdasarkan ketentuan atau aturan yang telah di sepakati bersama
dengan maksud agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Pentingnya Disiplin
Belajar
Disiplin dianggap penting
karena dengan disiplin khususnya disiplin saat proses pembelajaran dapat
menciptakan suasana belajar siswa yang nyaman, tertib/teratur dan dapat
mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Menurut Tu’u (2004:37)
disiplin itu penting karena alasan berikut ini :
1. Dengan disiplin yang
muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajarnya
2. Tanpa disiplin yang
baik, suasana sekolah dan juga kelas, menjadi kurang kondusif bagi kegiatan
pembelajaran,
3. Orang tua senantiasa
berharap di sekolah anak-anak dibiasakan dengan norma-norma, nilai kehidupan
dan disiplin.
4. Disiplin merupakan
jalan bagi siswa utuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja.
Iklim Kelas Kondusif
Proses pembelajaran pada
dasarnya merupakan suatu proses interaksi belajar antara guru dengan murid dan
antara murid dengan murid lainnya. Berhasil tidaknya suatu interaksi proses
pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor dari guru sendiri,
siswa, fasilitas penunjang maupun iklim atau suasana pembelajaran yang
diciptakan guru didalam kelas tersebut.
A.
Ciri-ciri Iklim Kelas Kondusif
Ciri-ciri kelas yang memiliki iklim yang baik menurut
Moedjiarto (dalam Sari, 2013:21) adalah sebagai berikut:
1. Suasana pembelajaran dikelas, tenang, jauh dari
kegaduhan dan kekacauan.
2. Adanya hubungan yang akrab, penuh pengertian, dan
rasa kekeluargaan antara warga sekolah.
3. Disekolah tampak adanya sikap mendahulukan
kepentingan sekolah dan kepentingan banyak, sedangkan kepentingan pribadi
mendapatkan tempat yang paling belakang.
4. Semua kegiatan sekolah diatur dengan tertib,
dilaksanakan dan dilakukan dengan penuh tanggungjawab dan merata.
5. Siswa mendapat perlakuan adil, tidak dibeda-bedakan
antara yang miskin dan kaya, pandai dan yang lamban berfikir, semuanya mendapat
kesempatan yang sama untuk berprestasi sebaik-baiknya.
6. Didalam kelas dapat dilihat adanya aktvitas belajar
mengajar yang tinggi.
7. Siswa aktif mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang
pelajaran yang kurang dipahami, sedangkan guru dengan senang hati senantiasa
bersedia menjawabnya. Untuk pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab,
dengan bijaksana guru meminta waktu untuk mencari data dan informasi lebih
lanjut.
8. Siswa saling menghargai satu sama lainnya, dan
terhadap gurunya siswa memiliki rasa hormat yang tinggi.
9. Meja dan kursi serta perlengkapan lainnya, yang
terdapat di kelas senantiasa ditata dengan rapi dan dijaga kebersihannya. 10.
Siswa ikut merawat kebersihan perabot sekolah dan kebersihan ruang kelas yang
penugasannya dilakukan secara bergilir.
B.
Tujuan Penciptaan Iklim Kelas
tujuan penciptaan iklim kelas yang kondusif yaitu:
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai
lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta
didik untuk mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat
menghalangi terwujudnya interaksi belajar.
3. Menyediakan
dan mengatur fasilitas perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa
belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.
C. Penerapan
Penciptaan Iklim Kelas Kondusif
Tindakan dalam persiapan mengajar siswa didalam
menciptakan iklim kelas kondusif yaitu :
a. Kreatif dalam mengatur ruang kelas. Guru tidak
perlu terpaku pada letak tradisional/konvensional dimana segala sesuatunya
tersusun dalam segi empat.
b. Saat melakukan kegiatan dengan kelompok-kelompok kecil,
tempatkan kursi pada setiap kelompok, sehingga setiap kelompok membelakangi
kelompok lain. c. Agar ruangan tetap rapi. Membiasakan siswa untuk membersihkan
dan merapikan kelas sebelum dan setelah kegiatan belajar mengajar usai. d.
Gunakan poster, dekorasi, lambang, tanda, artefak, dan tampilan yang menciptakan
suasana terbuka. e. Sebelum kelas dimulai, lakukan pemeriksaan terhadap ruangan
kelas untuk melihat kerusakan-kerusakan yang terjadi maupun kotoran-kotoran
yang tidak tampak.

0 Comments